Sepuluh Ribu
Yang Berharga
Rumah yang
terletak di ujung itu besar dan megah layaknya istana. Rumah tersebut tempat tinggal
orang paling kaya di daerah itu. Keluarga Darmawan adalah keluarga berada.
Setiap anggota keluarga Darmawan dilayani dua orang pelayan. Tuan Darmawan adalah seorang dokter yang bekerja
di rumah sakit di Amerika. Sedangkan, Nyonya Darmawan adalah seorang pengusaha
di Jepang.
Halaman
rumah Tuan Darmawan juga luas. Lebih, luas daripada lapangan voli di dekat
rumah itu. Di belakang rumah ada kolam renang yang luas sekali. Lebih luas
daripada kolam mana pun, tapi lebih kecil daripada Waterboom.
Suatu hari,
Tuan Darmawan beserta istrinya pergi berbelanja bulanan di sebuah mal di pusat
kota. Mereka berbelanja banyak barang. Dua kereta barang menjadi angkutan bagi
barang-barang Nyonya Darmawan. Lima
lembar uang seratus ribuan dikeluarkan dari dompet Tuan Darmawan yang
tebal. Sambil memasukkan uang kembalian, Tuan Darmawan terus berjalan
menelusuri jalan keluar mall tiba-tiba seorang pengemis bilang bahwa uang
sepuluh ribu Tuan Darmawan terjatuh dan mengembalikannya kepada Tuan Darmawan
tetapi tuan Darmawan menolaknya Tuan Dermawan beranggapan bahwa uang sepuluh
ribu itu cuma hanya bisa membeli jus
tidak cukup buat belanja dengan angkuh Tuan Darmawan memberikan uangnya kepada
pengemis itu. Pengemis itu pun bersyukur kepada Allah karena hari ini dia dan
anaknya bisa makan. Pengemis itu terus bersyukur kepada Allah. Dia berbeda
sekali dengan Tuan Darmawan. Tuan Darmawan memiliki segudang harta, tetapi
selalu lupa bersyukur. Dia lupa kepada Penciptanya.
Hari ini,
Tuan Darmawan akan balik lagi ke Amerika. Ada tugas operasi yang harus dia
pimpin. Setelah pesawat Tuan Darmawan
berangkat, ketiga putri Tuan Darmawan pun pulang ke rumah dengan sopir
pribadinya. Sementara, Nyonya Darmawan sudah berangkat terlebih dahulu ke
Jepang.
Inget
pengemis tadi? Sekarang, pengemis itu dan dua anaknya sedang tertidur pulas di
emperan sebuah toko roti yang teduh. Malam itu angin berhembus sangat kencang.
Ternyata pengemis itu namanya Azizah. Tiba–tiba seorang polisi membangunkan ibu
Azizah dan diajaklah Pengemis itu ke sebuah rumah besar. Ibu Azizah memandangi
rumah yang megah dan mewah tiba-tiba seseorang berbadan besar datang
menghampiri ibu Azizah. Ternyata Seseorang yang berbadan besar itu adalah Paman
Hendra. Paman Hendara sudah lama mencari Ibu Azizah yang kabur dari rumah dan
yang sangat membuat Ibu Azizah senang ternyata rumah yang megah ini adalah
warisan dari ayahnya ibu Azizah kepada Ibu Azizah. Ibu Azizah dan anaknya
bersyukur kepada Allah ternyata Allah
itu Maha Adil.
Lain halnya
dengan Keluarga Tuan Darmawan. Keluarga yang begitu kaya ini, sekarang di
ambang kebangkrutan. Karena malapraktik, Tuan Darmawan di keluarkan dari United
State Hospital. Surat izin praktiknya di cabut. Saying sekali. Padahal, United
State Hospita adalah rumah sakit yang terkenal di penjuru dunia. Begitu pula
dengan Nyonya Darmawan. Dia juga mengalami kebangkrutan. Modalnya di bawa lari
orang. Sekarang, dia tidak punya uang lagi. Setelah kejadian itu, Tuan Darmawan
menjadi pengangguran. Sehingga, Tuan Darmawan tidak mungkin bisa ke Indonesia.
Keluarga Tuan Darmawan kini menjadi pengemis. Mereka lupa bersyukur. Inilah
kehendak Allah yang tidak bisa dikendalikan siapa pun.