Rabu, 23 Januari 2013

Sepuluh Ribu Yang Berharga

Sepuluh Ribu Yang Berharga


Rumah yang terletak di ujung itu besar dan megah layaknya istana. Rumah tersebut tempat tinggal orang paling kaya di daerah itu. Keluarga Darmawan adalah keluarga berada. Setiap anggota keluarga Darmawan dilayani dua orang pelayan. Tuan  Darmawan adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit di Amerika. Sedangkan, Nyonya Darmawan adalah seorang pengusaha di Jepang.
Halaman rumah Tuan Darmawan juga luas. Lebih, luas daripada lapangan voli di dekat rumah itu. Di belakang rumah ada kolam renang yang luas sekali. Lebih luas daripada kolam mana pun, tapi lebih kecil daripada Waterboom.
Suatu hari, Tuan Darmawan beserta istrinya pergi berbelanja bulanan di sebuah mal di pusat kota. Mereka berbelanja banyak barang. Dua kereta barang menjadi angkutan bagi barang-barang Nyonya Darmawan. Lima  lembar uang seratus ribuan dikeluarkan dari dompet Tuan Darmawan yang tebal. Sambil memasukkan uang kembalian, Tuan Darmawan terus berjalan menelusuri jalan keluar mall tiba-tiba seorang pengemis bilang bahwa uang sepuluh ribu Tuan Darmawan terjatuh dan mengembalikannya kepada Tuan Darmawan tetapi tuan Darmawan menolaknya Tuan Dermawan beranggapan bahwa uang sepuluh ribu itu cuma hanya bisa membeli  jus tidak cukup buat belanja dengan angkuh Tuan Darmawan memberikan uangnya kepada pengemis itu. Pengemis itu pun bersyukur kepada Allah karena hari ini dia dan anaknya bisa makan. Pengemis itu terus bersyukur kepada Allah. Dia berbeda sekali dengan Tuan Darmawan. Tuan Darmawan memiliki segudang harta, tetapi selalu lupa bersyukur. Dia lupa kepada Penciptanya.
Hari ini, Tuan Darmawan akan balik lagi ke Amerika. Ada tugas operasi yang harus dia pimpin. Setelah  pesawat Tuan Darmawan berangkat, ketiga putri Tuan Darmawan pun pulang ke rumah dengan sopir pribadinya. Sementara, Nyonya Darmawan sudah berangkat terlebih dahulu ke Jepang.
Inget pengemis tadi? Sekarang, pengemis itu dan dua anaknya sedang tertidur pulas di emperan sebuah toko roti yang teduh. Malam itu angin berhembus sangat kencang. Ternyata pengemis itu namanya Azizah. Tiba–tiba seorang polisi membangunkan ibu Azizah dan diajaklah Pengemis itu ke sebuah rumah besar. Ibu Azizah memandangi rumah yang megah dan mewah tiba-tiba seseorang berbadan besar datang menghampiri ibu Azizah. Ternyata Seseorang yang berbadan besar itu adalah Paman Hendra. Paman Hendara sudah lama mencari Ibu Azizah yang kabur dari rumah dan yang sangat membuat Ibu Azizah senang ternyata rumah yang megah ini adalah warisan dari ayahnya ibu Azizah kepada Ibu Azizah. Ibu Azizah dan anaknya bersyukur  kepada Allah ternyata Allah itu Maha Adil.
Lain halnya dengan Keluarga Tuan Darmawan. Keluarga yang begitu kaya ini, sekarang di ambang kebangkrutan. Karena malapraktik, Tuan Darmawan di keluarkan dari United State Hospital. Surat izin praktiknya di cabut. Saying sekali. Padahal, United State Hospita adalah rumah sakit yang terkenal di penjuru dunia. Begitu pula dengan Nyonya Darmawan. Dia juga mengalami kebangkrutan. Modalnya di bawa lari orang. Sekarang, dia tidak punya uang lagi. Setelah kejadian itu, Tuan Darmawan menjadi pengangguran. Sehingga, Tuan Darmawan tidak mungkin bisa ke Indonesia. Keluarga Tuan Darmawan kini menjadi pengemis. Mereka lupa bersyukur. Inilah kehendak Allah yang tidak bisa dikendalikan siapa pun.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar